This is default featured slide 1 title

Sumpah Palapa Gajah Mada.

Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang yang Diakui Oleh orang Arab Sebagai Piramida Padahal Sejatinya Itu Adalah Situs Peninggalan hindu.

Save Trowulan

Jaga Situs Kota trowulan Sampai Titik Darah penghabisan. Satukan Kembali Nusantara

Pulau Bali

Pulai Bali telah Menjadi Pusat Hindu Dunia

Save Bali

Jaga Bali. Jangan Biarkan Mereka Merusak Mengatasnamakan Agama.

Thursday, 24 May 2012

Dewi Saraswati

Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati
Dewi Saraswati

Dewa Brahma

Patung Dewa Brahma
Dewa Brahma Yoga
Brahma God
TRI Murti

Foto Dewa Siwa

Dewa Siwa
Siwa God
                                                       
Siwa God


Dewa Siwa
                                                                                                                                                   
SIVA
SIVA

Siva God
                                                             

Pandangan Hindu Tentang Lady GAGA

Pandangan Hindu Tentang Lady GAGA

Dibanyak Media elektronik maupun cetak belakangan ini sangat gencar-gencar nya masyarakat membicarakan wanita yang satu ini. Namanya Lady Gaga. Lady Gaga adalah penyanyi Pop yang berasal dari Amerika Serikat. Dalam setiap penampilannya Gaga sapaan akrabnya selalu menimbulkan banyak Kontroversi, mulai dari menggunakan pakian dari bahan daging mentah, pakian yang super sexy hingga lagu Judas yang digadang-gadang sebagai wujud persembahan Gaga terhadap Setan atau Iblis. terlepas dari semua itu, Gaga pada 3 Juni mendatang akan menyelenggarakan Konser nya di Jakarta tepatnya di Gelora Bung Karno Senayan. Tidak jauh berbeda dengan konser-konsernya dinegara lain yang mendapatkan banyak penentangan, di Indonesia juga konser Lady Gaga mendapat kecaman dari FPI atu Front Pembela Islam, GP Anshor, Serta MUI. Menurut pandangan Mereka Lady Gaga adalah sosok setan yang akan menyebarkan pahamnya pada generasi muda indonesia. Mereka khawatir jika konser tetap berlangsung lady gaga akan membuat kontroversi lagi. Banyak komentar yang mencibir pendapat-pendapat dari orang yang tidak setuju dengan konser lady gaga. Mereka beranggapan bahwa lady gaga bukan pemuja setan, gaga juga bisa menuruti budaya di negara yang akan dikunjunginya, serta gaga juga disebutkan memiliki yayasan yang berorientasi terhadap masa depan generasi muda di negaranya Amerika. Terlepas dari banyak pendapat itu, Saya selaku orang Hindu hanya bisa tertawa akan kejadian ini. 

pertama, jika memang mereka (FPI) itu tidak suka dengan penampila lady gaga yang dinilai bertentangan dengan budaya indonesia, kenapa harus repot-repot membubarkan konsernya. Lebih baik mereka tidak menonton saja. itu akan lebih baik, karena tiket yang sudah ludes terjual tidak semua pembelinya dari umat islam, ada juga dari Hindu, Kristen, Budha. Mereka itu semua ingin mendapat perlakuan yang sama. Jika konser dibubarkan dimana letak nilai Bhineka Tunggal Ika yang di Wariskan oleh Majapahit dulu. Perbedaan pandangan membuat orang lain merasa risih dan tidak habis pikir dengan FPI ini.

Yang kedua, Mereka itu takut jika konser lady gaga akan membuat semua penontonnya memuja Setan. Menurut saya, Konser yang hanya 2 jam itu apakah mungkin bisa membuat orang memuja setan??sungguh sangat lucu jika itu disampaikan oleh para pimpinan FPI yang mengklaim bahwa dia pengikutnya memiliki iman yang kuat. jika iman sudah kuat kenapa harus takut untuk di hasut oleh lady gaga jika memang itu terjadi. Menurut pandangan Hindu, Iman yang sudah kuat setan manapun tidak akan dapat menghasut kita. Mungkin orang FPI itu memiliki keimanan yang rendah sehingga khawatir akan terhasut.

yang ketiga. Konser yang rencananya di selenggarakan di GBK senayan Jakarta akan dipindah ke Bali. Apa yang terjadi di Bali???tidak ada satupun ormas Agama yang menentangnya. menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan " siapapun boleh mengadakan konser di Bali asal memenuhi persyaratan kepada pihak kepolisian maka kami akan mengijinkannya." Di Bali tidak ada ormas Hindu yang ingin membubarkan ataupun mengancam pihak penyelenggara. Hindu memiliki keyakinan yang kuat dan teguh. Hindu tidak memikirkan hal-hal yang seperti itu. "kalau emang nggak suka ya nggak usah nonton." ujar seorang hindu di Denpasar. Mungkin jika Gus Dur masih hidup ia akan berkata "lau kita gak suka gk usah liat. Gitu aja kok repot!!!"

Bali Selalu Terbuka Untuk Siapapun. Selamat Datang Lady Gaga di Bali





                                                                                                                    by :A. Indra Acharya

Tuesday, 22 May 2012

Makna Hari Raya Nyepi

                         
MAKNA HARI RAYA NYEPI


Sejarah Hari Raya Nyepi Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Dimana pada hari ini umat hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin. Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Hari Raya Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang diyakini saat baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dan dipercayai merupakan hari penyucian para dewa yang berada dipusat samudra yang akan datang kedunia dengan membawa air kehidupan (amarta) untuk kesejahteraan manusia dan umat hindu di dunia. Makna Hari Raya Nyepi Nyepi asal dari kata sepi (sunyi, senyap). yang merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka, kira kira dimulai sejak tahun 78 Masehi. Pada Hari Raya Nyepi ini, seluruh umat Hindu di Bali melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia manusia yang bersih , suci lahir batin. Oleh karena itu semua aktifitas di Bali ditiadakan, fasilitas umum hanya rumah sakit saja yang buka. Upacara sebelum hari Nyepi Ada beberapa upacara yang diadakan sebelum dan sesudah Hari Raya Nyepi , yaitu: Upacara Melasti Selang waktu dua tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi, diadakan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis, dihari ini, seluruh perlengkapan persembahyang yang ada di Pura di arak ke tempat tempat yang mengalirkan dan mengandung air seperti laut, danau dan sungai, karena laut, danau dan sungai adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa membersihkan dan menyucikan dari segala kotoran yang ada di dalam diri manusia dan alam. Upacara Bhuta Yajna Sebelum hari Raya Nyepi diadakan upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh roh jahat dengan membuat hiasan atau patung yang berbentuk atau menggambarkan buta kala ( Raksasa Jahat ) dalam bahasa bali nya sebut ogoh ogoh, Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Upacara ini dilakukan di depan pekarangan , perempatan jalan, alun-alun maupun lapangan,lalu ogoh ogoh yang menggambarakan buta kala ini yang diusung dan di arak secara beramai ramai oleh masyarakat dengan membawa obor di iringi tetabuhan dari kampung kekampung, upacara ini kira kira mulai di laksanakan dari petang hari jam enam sore sampai paling lambat jam dua belas malam, setelah upacara ini selesai ogoh ogoh tersebut di bakar, ini semua bermakna bahwa seluruh roh roh jahat yang ada sudah diusir dan dimusnahkan Saat hari raya Nyepi, seluruh umat Hindu yang ada di bali wajibkan melakukan catur brata penyepian. Ada empat catur brata yang menjadi larangan dan harus di jalankan : Amati Geni: Tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu. Amati Karya: Tidak melakukan kegiatan kerja jasmani, melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani. Amati Lelungan: Tidak berpergian melainkan mawas diri,sejenak merenung diri tentang segala sesuatu yang kita lakukan saat kemarin , hari ini dan akan datang. Amati Lelanguan: Tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusat. Pikiran terhadap Sang Hyang Widhi Brata ini mulai dilakukan pada saat matahari “Prabata” saat fajar menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya, selama (24) jam. Upacara setelah Nyepi Upacara Hari Ngembak Geni berlangsung setelah Hari Raya Nyepi berakhirnya ( brata Nyepi ). Pada esok harinya dipergunakan melaksanakan Dharma Shanty, saling berkunjung dan maaf memaafkan sehingga umat hindu khususnya bisa memulai tahun baru Caka dengan hal hal baru yang fositif,baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat, sehingga terbinanya kerukunan dan perdamaian yang abadi Menurut tradisi, pada hari Nyepi ini semua orang tinggal dirumah untuk melakukan puasa, meditasi dan bersembahyang, serta menyimpulkan menilai kualitas pribadi diri sendiri. Di hari ini pula umat Hindu khususnya mengevaluasi dirinya, seberapa jauhkah tingkat pendekatan rohani yang telah dicapai, dan sudahkah lebih mengerti pada hakekat tujuan kehidupan di dunia ini. Seluruh kegiatan upacara upacara tersebut di atas masih terus dilaksanakan, diadakan dan dilestarikan secara turun menurun di seluruh kabupaten kota Bali hingga saat ini dan menjadi salah satu daya tarik adat budaya yang tidak ternilai harganya baik di mata wisatawan domestik maupun manca negara. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa makna Nyepi itu sendiri adalah manusia diajarkan untuk mawas diri, merenung sejenak dengan apa yang telah kita perbuat. Dimasa lalu, saat ini dan merencanakan yang lebih baik dimasa yang akan datang dengan tidak lupa selalu bersykur dengan apa yang telah diberikan oleh sang Pencipta Bagi anda yang sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas yang begitu padat ada baik nya anda meluangkan waktu sejenak keluar dari hiruk pikuk tersebut dan datang ke Bali sekedar introspeksi diri bahwa dalam kehidupan ini mempunyai terkaitan antara satu dan lain nya dan tidak lupa menyaksikan keadaan di Bali saat hari raya Nyepi akan terasa bedanya.

Tujuan Agama Hindu

TUJUAN HIDUP AGAMA HINDU

Tujuan agama Hindu yang dirumuskan sejak Weda mulai diwahyukan adalah "Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa.

Agama sebagai pengetahuan kerohanian yang menyangkut soal-soal rohani yang bersifat gaib dan methafisika secara esthimologinya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata "A" dan "gam".  "a" berarti tidak dan "gam" berarti pergi atau bergerak. Jadi kata agama berarti sesuatu yang tidak pergi atau bergerak dan bersifat langgeng. Menurut Hindu yang dimaksudkan

memiliki sifat langgeng (kekal, abadi dan tidak berubah-ubah) hanyalah Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Demikian pula ajaran-ajaran yang diwahyukan-Nya adalah kebenaran abadi yang berlaku selalu, dimana saja dan kapan saja. 

Berangkat dari pengertian itulah, maka agama adalah merupakan kebenaran abadi yang mencakup seluruh jalan kehidupan manusia yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi dengan tujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kesempurnaan hidup yang berupa kebahagiaan yang maha tinggi dan kesucian lahir bathin.


Tujuan Agama Hindu

Tujuan agama Hindu yang dirumuskan sejak Weda mulai diwahyukan adalah "Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa.

Dharma berarti kebenaran dan kebajikan, yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Artha adalah benda-benda atau materi yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup  manusia. Kama artinya hawa nafsu, keinginan, juga berarti kesenangan sedangkan Moksa berarti kebahagiaan yang tertinggi atau pelepasan.

Di dalam memenuhi segala nafsu dan keinginan harus berdasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan. Karena seringkali manusia menjadi celaka atau sengsara dalam memenuhi nafsu atau kamanya bila tidak berdasarkan atas dharma. Oleh karena itu dharma harus menjadi pengendali dalam memenuhi tuntunan kama atas artha, sebagaimana 

Pada hakekatnya, jika artha dan kama dituntut, maka hendaknyalah dharma dilakukan terlebih dahulu. Tidak dapat disangsikan lagi, pasti akan diperoleh artha dan kama itu nanti. Tidak akan ada artinya, jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma.

Jadi dharma mempunyai kedudukan yang paling penting dalam Catur Purusa Artha, karena dharmalah yang menuntun manusia untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Dengan jalan dharma pula manusia dapat mencapai Sorga, sebagaimana pula 

Yang disebut dharma adalah merupakan jalan untuk pergi ke sorga,  sebagai halnya perahu yang merupakan alat bagi saudagar  untuk mengarungi lautan.


Segala sesuatu yang bertujuan memberi kesejahteraan dan memelihara semua mahluk, itulah disebut dharma (agama), segala sesuatu yang membawa kesentosaan dunia itulah dharma yang sebenarnya.

Demikian pula Manusamhita merumuskan dharma itu sebagai berikut:

Dharma (agama) tercantum didalam ajaran suci Weda, sebagai alat untuk mencapai kesempurnaan hidup, bebasnya roh dari penjelmaan dan manunggal dengan Hyang Widhi Wasa (Brahman).
Seperti halnya matahari yang terbit melenyapkan gelapnya dunia, demikianlah orang yang 
melakukan dharma, memusnahkan segala macam dosa.

Demikianlah dharma merupakan dasar dan penuntun manusia di dalam menuju kesempurnaan hidup, ketenangan dan keharmonisan hidup lahir bathin. Orang yang tidak mau menjadikan dharma sebagai jalan hidupnya maka tidak akan mendapatkan kebahagiaan tetapi kesedihanlah yang akan dialaminya. Hanya atas dasar dharmalah manusia akan dapat mencapai kebahagiaan dan kelepasan, lepas dari ikatan duniawi ini dan mencapai Moksa yang merupakan tujuan tertinggi. Demikianlah Catur Purusa Artha itu.